11 April 2008

Guru


Guru iku digugu lan ditiru. Pasti kita sering mendengar lontaran kata - kata seperti itu waktu
kita di bangku sekolah. Bahkan sampai sekarang masih ada yang mengkoar - koarkan kalimat itu. Memang seharusnya guru itu menjadi seorang yang harus dapat dipercaya kata - katanya dan diteladani segala perbuatannya. Karena secara tidak sadar, seorang guru itu membentuk karakter dan sifat dari anak didiknya. Jika guru sering menunjukkan kasih sayang, maka sang murid juga akan terbiasa menunjukkan kasih sayang kepada sesama tanpa harus disuruh. Jika guru sering memberikan kata - kata bohong kepada siswanya, maka siswa juga akan menganggap bahwa bohong itu diperbolehkan.
Secara terus menerus siswa akan membentuk kepribadian dalam dirinya lewat hal - hal yang ia tangkap lewat penglihatan, pendengaran, bahkan perasaannya. Siswa akan banyak belajar kepada orang yang ia anggap lebih ahli darinya. Dalam hal ini guru-lah yang paling ia anggap sebagai ahli dalam segala hal. Guru paling mengetahui terhadap hal-hal baru yang mungkin ia butuhkan untuk menjadi orang yang dewasa kelak.
Tapi apakah kenyataan sekarang menunjukkan bahwa guru itu memang layak untuk digugu lan ditiru? Saya kira semua itu tergantung pada pribadi masing - masing. Jika seorang guru memberikan pengabdiannya secara penuh kepada siswa, guru pasti akan memperhatikan seluruh aspek yang terkandung pada diri siswa. Guru tidak hanya memikirkan bagaimana siswanya memperoleh nilai yang bagus dalam ujian yang diberikan, tapi lebih dari itu. Guru pasti akan memperhatikan tingkah laku (behavior) dari siswa. Dan hal - hal lain yang berkenaan dengan siswa.
Kita kembali kepada GURU.
Guru itu diguyu lan ditinggal turu. Ada lontaran kata itu yang pernah saya dengar. Kita tidak bisa menyalahkan 100% kata - kata itu. Orang melontarkan kata - kata itu pasti ada penyebabnya. Mungkin karena sang guru sering memberikan guyonan yang tak terarah dan kurang perhatian pada siswa, maka kata - kata yang dilontarkan oleh some one itu mungkin juga terjadi. Ya kan!
Truss Apakah guru itu adalah orang yang pekerjaannya mengajar di sekolahan saja? Atau mereka yang di panggil pak guru? Atau Ustadz? Apa cuma mereka yang punya label titel sebagai GURU?
Dari istilahnya, guru itu adalah seseorang yang menyampaikan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Sehingga orang tersebut yang asalnya tidak tau menjadi tau, yang asalnya tidak mengerti menjadi mengerti, dan yang asalnya tidak bisa menjadi bisa. Meskipun itu adalah perubahan yang sangat sedikit. Dari hal tersebut, dapat kita ketahui bahwa orang lain yang mengajari kita tentang suatu hal, maka ia adalah guru kita. Tapi kita tidak berarti harus memanggil orang tersebut GURU. Hal itu disebabkan beberapa hal. Mungkin yang mengajari kita adalah teman karib kita, maka untuk menjaga hubungan antar teman, kita tidak perlu memanggil dia guru. Mungkin yang mengajari kita itu adalah kakak kita, maka kita tidak perlu juga memanggil dia guru. Terlebih lagi jika yang mengajari kita adalah orang tua kita, maka kita juga tidak perlu, bahkan jika dilakukan dapat mengganggu keharmonisan antara orang tua dan anak. Kedekatan antara keduanya dapat terrenggangkan, secara tidak sadar tentunya.
Menajdi seorang guru yang baik dan dapat diteladani memang mudah untuk diucapkan, tetapi tidak mudah untuk dilakukan, Bukan?


gambar diambil dari http://blogs.indiewire.com/uglybetty/archives/teach.JPG

1 komentar:

rizky mengatakan...

Guru harus kita Hormati.... guru engkau pahlawanku