
Bukan rahasia lagi kalau drama - drama di televisi menjadi suguhan yang menarik setiap hari.
Mulai pagi hingga pagi lagi, Mulai dari Lokal sampai Interlokal. Mulai dari yang serius, sampai joke - joke yang menghibur. Mulai dari drama percintaan sampai kolosal. Mulai dari anak kecil sampai yang sudah mendapat panggilan mbah, bahkan yut.
Memang kita tak bisa menutup diri dari informasi yang masuk pada kehidupan kita. Dan memang
kita tidak perlu menutup diri dari semua itu.
Tapi kita harus mempunyai persiapan yang matang untuk menghadapi segala situasi yang meliputi kehidupan kita. Bahkan kita dapat banyak mengambil hikmah dari informasi sajian di televisi dan media massa yang muncul di kehidupan kita. Kita dapat memperkaya pengetahuan untuk menghadapi segala situasi yang ada di depan kita. Tapi kita tidak perlu dan salah jika mendramatisir hal - hal yang hinggap pada diri kita. Katakanlah misal waktu kita sekolah, kita mendapat nilai nol, baru kehilangan uang dan dompetnya sekalian, habis dimarahi orang tua, diputuskan pacar, di jalan diejek teman, pas jalan nginjek kotoran lagi, aduh! Tapi kita tidak perlu mendramatisir seakan - akan dunia mau kiamat. Minimal kiamat Sughro. Kita harus pintar mengambil hikmah dari semua itu. Caranya tergantung masing - masing individu.
Kembali ke drama.
Melihat drama di televisi dapat juga kita jadikan pelajaran agar mampu menempatkan diri pada posisi orang yang kita ajak bicara, kita lihat, dan dan orang yang ada di sekitar kita. Misal kita melihat orang tua yang lagi menyeberang jalan dengan susah payah.
Jika kita tanggap terhadap situasi itu, kita akan merasa iba dan ingin membantu orang tua itu. Kita akan memposisikan diri, minimal kita berfikir, jika dia adalah sanak keluarga kita, terlebih dia adalah orang tua kita. Kita bisa bayangkan!
Itu adalah permisalan - permisalan dari hal yang positif yang dapat kita ambil dari apa yang kita lihat pada drama di televisi.
Tapi apa hanya itu saja? Tentu tidak! kan sudah saya beri COMBANTRIN!
Tidak. Semua tergantung dari individu yang telah membentuk karakter kita. Masih banyak hal yang tentu tak kuasa untuk dibicarakan cuma pada secarik kertas yang diam membisu.
Lagi - lagi semoga kita dapat menjadi manusia yang baik dalam segala hal. AMIN.
gambar diambil dari http://www.babadbali.com/image/seni/drama/dt-drama-gong.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar